Persebaran Virus Corona Di Indonesia




Update Corona 31 Maret: Data Kasus di 32 

Provinsi Indonesia 



Angka kasus positif covid-19 di Indonesia telah menembus jumlah 1500 pasien. Data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan ada penambahan lebih dari 100 kasus pada hari ini. 


Berdasar update pada hari Selasa, 31 Maret 2020 tersebut, jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia bertambah 114.

Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia pada hari ini telah mencapai 1.528 pasien. 

Dari jumlah tersebut, 1.311 pasien positif corona di Indonesia saat ini masih menjalani perawatan. Sedangkan 81 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 136 jiwa. Pada hari ini, tercatat ada penambahan 14 kasus kematian baru.

Dengan jumlah kematian mencapai 136 jiwa dari 1.528 kasus positif Covid-19, Case Fatality Rate (CFR) atau rasio fatalitas dampak virus corona di Indonesia kini menjadi 8,9 persen.

Rasio kematian pasien Covid-19 di Indonesia tersebut melampaui CFR di Spanyol yang mencapai 8,28 persen dan Iran yang tercatat 6,64 persen. CFR di Indonesia hanya lebih rendah dari Italia yang kini memiliki rasio kematian pasien Covid-19 sebesar 11,04 persen.

Kasus-kasus positif Covid-19 di Indonesia kini juga telah tersebar di 32 provinsi. DKI Jakarta masih menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi, yakni 747 kasus. 
Dua provinsi lainnya telah memiliki kasus Covid-19 lebih dari 100. Di Provinsi Jawa Barat, tercatat per hari ini ada 198 kasus Covid-19. Sementara di Provinsi Banten, terdapat 142 kasus. 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan tujuh provinsi dan 41 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat bencana wabah Covid-19. Sebanyak 16 provinsi, kata dia, juga telah membentuk gugus tugas penanganan wabah Covid-19.

"Beberapa pemerintah daerah melawan Covid-19 dengan berbagai inovasi, seperti mengawasi mobilitas penduduk di wilayahnya," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB. 

Comments

Popular posts from this blog

Pandemi COVID-19