Pandemi COVID-19
Pandemi Virus Corona
Pandemi coronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit coronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Hingga 28 Maret, lebih dari 620.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 190 negara dan teritori, mengakibatkan lebih dari 28.800 kematian dan 137.000 kesembuhan.
Sedangkan di Indonesia sendiri pandemi coronavirus diawali dengan temuan penderita penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020. Sampai tanggal 31 Maret 2020, telah terkonfirmasi 1.528 kasus positif COVID-19. Kasus dinyatakan tersebar di 32 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia. Tiga provinsi tanpa laporan kasus terkonfirmasi yaitu , Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.
Kasus positif yang pertama kali dikonfirmasi pada bulan Maret bukanlah orang Indonesia pertama yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Pada bulan Januari, seorang pembantu rumah tangga Indonesia di Singapura tertular virus dari majikannya.
Kematian pertama akibat COVID-19 di Indonesia terjadi pada 11 Maret 2020. Walaupun demikian, seorang karyawan Telkom meninggal dunia pada 3 Maret dan baru dinyatakan positif COVID-19 pada 15 Maret, sekaligus menulari istri dan anaknya.
Garis Waktu
Februari
- 2 Februari Pemerintah Indonesia mengevakuasi 243 warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok. Mereka kemudian ditempatkan di Kepulauan Natuna untuk dikarantina. Semua warga negara Indonesia tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus.
- 7 Februari Profesor Marc Lipsitch dari Universitas Harvard mengatakan bahwa COVID-19 mungkin saja telah tersebar di Indonesia namun tak terdeteksi. Argumentasinya didasarkan pada penelitian jumlah rata-rata penumpang pesawat dari Wuhan ke seluruh dunia.
- 11 Februari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membantah pernyataan Profesor Marc Lipsitch, mengatakan bahwa Indonesia telah menjalankan prosedur yang sesuai dengan anjuran WHO. Terawan menyebut pernyataan Marc Lipsitch "menghina".
- 24 Februari Sembilan orang Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess dinyatakan positif terkena virus dan dipindahkan ke fasilitas perawatan di Jepang. Pemerintah Indonesia memulangkan dan kemudian mengarantina 68 awak yang tersisa, ditambah 188 orang dari kapal World Dream, ke Pulau Sebaru Kecil yang tidak berpenghuni di Kepulauan Seribu di lepas pantai Jakarta.
Maret
- 2 Maret Presiden Joko Widodo membenarkan dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, para pasien tertular virus dari warga negara Jepang yang kemudian dinyatakan positif di Malaysia. Kedua pasien yang tinggal di Depok kemudian dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
- 6 Maret Pemerintah mengumumkan tambahan dua kasus positif, sehingga totalnya adalah empat kasus.
- 7 Maret Salah satu kru yang dievakuasi dari kapal Diamond Princess dan ditempatkan di Pulau Sebaru diduga terjangkit koronavirus. Ia kemudian dipindahkan ke unit isolasi di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.
- 8 Maret
- Seorang wanita berusia 50 tahun dari Jakarta dites positif COVID-19 di Melbourne, Australia. Ia terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari dan mulai menunjukkan gejala dua hari setelahnya. Pada 4 Maret, ia berkonsultasi kepada dokter umum di Melbourne pada 2 Maret. Wanita ini diduga tertular di Indonesia.
- Pemerintah mengumumkan dua kasus yang dikonfirmasi sehingga totalnya adalah enam kasus. Satu pasien terinfeksi dari kontak erat dengan kasus 1, pasien lainnya adalah anggota kru Diamond Princess.
- 9 Maret Pemerintah mengonfirmasi 13 kasus baru sehingga keseluruhan kasus berjumlah 19. Dua orang di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengungkapkan lokasi deteksi pasien dan rumah sakit tempat mereka dirawat.
- 10 Maret
- Dua pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif (kasus 6 dan kasus 14) telah dinyatakan negatif terhadap virus. Keduanya akan keluar dari rumah sakit jika pengujian selanjutnya masih menunjukkan bahwa mereka negatif terhadap virus.
- Pemerintah mengonfirmasi delapan kasus baru infeksi COVID-19, dua di antaranya adalah WNA. Total kasus yaitu 27.
- 11 Maret
- Pemerintah mengonfirmasi tujuh kasus baru infeksi COVID-19, semuanya merupakan kasus impor. Total kasus yaitu 34.
- Kasus 25 meninggal karena komplikasi. Korban adalah warga negara Britania Raya dan meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar.
- Seorang suspek COVID-19 meninggal di RSUD Moewardi, Surakarta. Uji laboratorium menunjukkan hasil positif pada 13 Maret, ia pun dinyatakan sebagai kasus 50.
- Empat pasien dinyatakan negatif COVID-19: Dua pasien (kasus 6 dan kasus 14) yang dirawat di RSUP Persahabatan, serta dua pasien (kasus 3 dan kasus 10) yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.
- 12 Maret Kasus 36 meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso.
- 13 Maret
- Pemerintah mengonfirmasi 35 kasus baru infeksi COVID-19, belum ada rincian dari kasus terbaru tersebut. Total kasus yaitu 69.
- Kasus pertama dinyatakan negatif COVID-19.
- Kasus 35 yang berasal dari Banten meninggal dunia. Total korban meninggal yaitu empat orang.
- Untuk pertama kalinya, seorang tenaga medis meninggal dunia akibat COVID-19. Nomor kasus pasien tersebut tidak diungkapkan
- 14 Maret
- Pemerintah Indonesia mengonfirmasi 27 kasus baru COVID-19, sehingga total kasusnya adalah 96. Lokasi kasus terkonfirmasi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Tangerang di Banten, Bandung di Jawa Barat, Surakarta di Jawa Tengah, Yogyakarta di DIY, Pontianak di Kalimantan Barat, Manado di Sulawesi Utara, dan Bali.
- Tiga penderita dinyatakan sembuh, sehingga totalnya adalah delapan orang.
- Satu penderita meninggal dunia, sehingga totalnya adalah lima orang.
- Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dinyatakan positif mengidap COVID-19 sebagai kasus ke-76. Beberapa hari sebelumnya, pada 10 Maret 2020, ia didiagnosis menderita demam tifoid setelah bepergian ke Wakatobi, Tana Toraja, Luwuk, Makassar, Parepare, Kertajati, dan Indramayu. Catatan perjalanannya termasuk ke Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat pada tanggal 1 Maret yang digunakan sebagai pusat evakuasi bagi awak kapal Diamond Princess yang dipulangkan. Salah satu awak kapal tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada 8 Maret 2020.
- 15 Maret
- Pemerintah Indonesia mengumumkan tambahan 21 kasus COVID-19, sehingga total kasusnya adalah 117; sebanyak 19 kasus berada di Jakarta dan 2 orang di Jawa Tengah.
- 238 WNI yang dikarantina di Natuna dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.
- 16 Maret Indonesia mengonfirmasi 17 kasus baru sehingga total kasusnya adalah 134; sebanyak 14 kasus berada di Jakarta dan tiga kasus lainnya masing-masing di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
- 17 Maret
- Pemerintah mengumumkan tambahan 38 kasus positif, sehingga totalnya adalah 172. Sebanyak 12 kasus dikonfirmasi pada tanggal 15 Maret; Badan Litbang Kesehatan kemudian mengonfirmasi 20 kasus dan Universitas Airlangga sebanyak 6 kasus, sehingga total 38 kasus tambahan diumumkan secara resmi pada 17 Maret.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan perpanjangan status darurat bencana COVID-19 selama 91 hari hingga 29 Mei 2020.
- 18 Maret Pemerintah mengumumkan 55 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 227 kasus. Sebanyak 19 pasien meninggal dan 11 pasien dinyatakan sembuh.
- 19 Maret
- Pemerintah mengumumkan 82 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 309 kasus. Sebanyak 25 pasien meninggal dan 15 pasien dinyatakan sembuh.
- Pertemuan Itjima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang dihadiri peserta dari berbagai negara resmi dibubarkan. Kepolisian tidak memberikan izin acara ini terkait merebaknya Virus COVID-19. Acara serupa di Malaysia sebelumnya telah mengabakibatkan ratusan orang positif koronavirus.
- 20 Maret
- Walikota Bogor, Bima Arya positif terpapar COVID-19 setelah perjalanan dinas ke negara Azerbaijan dan Turki selama 8 hari. Pernyataan tersebut dikemukakan setelah menerima hasil positif COVID-19 dari serangkaian tes di Rumah Sakit Senior Bogor. Wakil wali kota Bogor, Dedie A. Rachim ditunjuk untuk menggantikan posisinya dalam pemerintahan daerah Kota Bogor.
- Pemerintah mengumumkan 60 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 369 kasus. Sebanyak 32 pasien meninggal dan 17 pasien dinyatakan sembuh.
- Presiden Jokowi mengumumkan telah memesan 2 juta obat avigan (favipravir) dan 3 juta klorokuin yang akan diresepkan oleh dokter pada pasien positif COVID-19. Meski Presiden Jokowi mengakui belum ada antivirus yang bisa menyembuhkan COVID-19, obat ini diklaim sudah berhasil menyembuhkan pasien positif koronavirus di sejumlah negara.
- 21 Maret
- Pemerintah mengumumkan akan menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat COVID-19.
- 22 Maret
- Pemerintah mengumumkan pasien positif COVID-19 bertambah 64 sehingga menjadi 514 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 9 menjadi 29 orang sedangkan total pasien meninggal bertambah 10 orang. Total pasien meninggal menjadi 48 orang.
- 23 Maret
- Presiden Jokowi mengumumkan akan memberi insentif bulanan kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Adapun besarannya adalah Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dan dokter gigi, Rp7,5 juta untuk bidan dan perawat, serta Rp5 juta untuk tenaga medis lainnya.
- Pesawat Hercules yang mengangkut bantuan obat dan peralatan medis dari China tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan 6 dokter yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia. Lima di antaranya diduga karena terjangkit virus tersebut sementara satu lainnya akibat serangan jantung.
- Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana dinyatakan Positiv Covid-19. Beberapa hari sebelumnya telah merasakan demam dan mengisolasi diri selama sebelas hari.
- Jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 579 orang, sementara pasien sembuh 30 orang dan meninggal sebanyak 49 orang.
- 24 Maret
- Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M. Med. Sc., Ph. D., meninggal dunia pada pukul 00.04 WIB karena positif menderita Covid-19 sebagai pasien Kasus 2 DIY dalam usia 58 tahun.
- Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Positif Covid-19. Beberapa hari sebelumnya, ia pernah tiba-tiba turun dari podium saat berpidato karena sesak napas.
- Presiden Jokowi memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional tahun 2020 sebagai bagian dari upaya pencegahan COVID-19.
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 106 menjadi 685 kasus. Jumlah korban sembuh tidak bertambah dari hari sebelumnya sementara pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 55 orang.
- 25 Maret
- Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari dan salah satu anggota positif COVID-19.
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 105 menjadi 790 kasus.
- 26 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 103 kasus menjadi 893 kasus. Peneliti memperkirakan bahwa ada lebih banyak kasus.
- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah ada 50 tenaga medis di Jakarta yang positif COVID-19, dua di antaranya meninggal dunia.
- 27 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 153 kasus menjadi 1.046 kasus.
- 28 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 109 kasus menjadi 1.155 kasus.
- 29 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 130 kasus menjadi 1.285 kasus.
- 30 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 129 kasus menjadi 1.414 kasus.
- 31 Maret
- Jumlah kasus COVID-19 bertambah 114 kasus menjadi 1.528 kasus.
Penyebaran Virus Corona
Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang. Penyakit COVID-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul. Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari.Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut. Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa terapi simtomatik dan suportif. Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi.
Kasus
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagi orang-orang terduga COVID-19 ke dalam beberapa tingkatan status.
- Orang dalam pemantauan (ODP) adalah semua orang yang masuk ke Indonesia–baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA)–yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antarmanusia.
- Pasien dalam pengawasan (PDP) adalah ODP yang sakit dengan gejala terjangkit COVID-19, seperti demam, batuk, dan mengalami gangguan pernapasan.
- Suspek adalah PDP yang diduga kuat telah melakukan kontak dengan penderita COVID-19.
Seseorang dikategorikan menderita COVID-19 apabila menunjukkan hasil positif berdasarkan pengujian laboratorium. Uji yang dilakukan yaitu reaksi berantai polimerase (PCR) dan pengurutan gen.Selain untuk suspek, pengujian laboratorium juga dapat dilakukan pada orang berstatus PDP untuk menemukan penyakit dengan cepat.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengartikan ODP dan PDP sebagai berikut.
- ODP adalah orang dengan gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
- PDP adalah orang yang mengalami gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau riwayat demam, ISPA, dan pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.
Pencegahan Terhadap Virus Corona
Upaya untuk mencegah penyebaran virus termasuk pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas. Upaya ini termasuk karantina Hubei, karantina nasional di Italia dan di tempat lain di Eropa, serta pemberlakuan jam malam di Tiongkok dan Korea Selatan, berbagai penutupan perbatasan negara atau pembatasan penumpang yang masuk, penapisan di bandara dan stasiun kereta, serta informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal. Sekolah dan universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 124 negara dan memengaruhi lebih dari 1,2 miliar siswa.
Dampak Virus Corona
Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global, penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya, dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang yang mendorong pembelian panik. Misinformasi dan teori konspirasi tentang virus telah menyebar secara daring,dan telah terjadi insiden xenophobia dan rasisme terhadap orang Tiongkok dan orang-orang Asia Timur atau Asia Tenggara lainnya.


Comments
Post a Comment